gambar
IPB Badge
June 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Cerita Inspirasi Tentang Orang yang Menjadi Panutan Hidupku

Nama : Ayu Setiti Swastikawati
NIM : C34100007
Laskar : 25

Cerita Inspirasi Tentang Orang yang Menjadi Panutan Hidupku

Setiap insan manusia memiliki masalah hidup masing-masing, dan secara alamiah mereka mampu menyelesaikan masalah mereka. Tergantung orang tersebut bagaimana menanggapi setiap masalah yang mereka hadapi. Karena setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Dan setiap penyelesaian pasti ada hikmah yang bisa kita petik. Kunci dalam menyelesaikan masalah adalah dengan berfikir positif dan berfikir kedepan tentang dampak-dampak yang akan terjadi. Dan saya percaya itu!
Manik Swastika, adalah kakak panutan saya. Saya mengenal dia dari eskul PMR di SMA saya. Dia adalah Pembinanya. Banyak pembelajaran hidup yang saya dapat dari dia. Dia adalah inspirasi saya dalam menghadapi hidup yang sesungguhnya. Saya termasuk orang yang sangat egois dan ingin menang sendiri. Namun pembelajaran dari dia selama ini merubah sifat saya yang keras menjadi agak lunak, dan sikap saya yang mudah menyerah karena tak ingin mengambil resiko dalam menghadapi masalah menjadi lebih berani mengambil resiko yang ada. Dan menjadi orang yang bijaksana secara dewasa memang agak sulit, namun dari pembelajaran yang dia berikan membuat saya mendoktrin otak saya bahwa segala sesuatu itu nothing is impossible.
Kejadian ini tak akan pernah terlupakan. Dia memilih saya menjadi ketua panitia bazzar secara mendadak karena saat itu benar-benar kita dari eskul PMR membutuhkan dana untuk lomba rutin tiap tahun yang kita adakan untuk kalangan SMP se-bali. Dalam waktu 1bulan saya arus menjualkan kupon bazzar sejumlah 1000kupon, minimal yang harus dijual adalah 50% dari jumlah. Dia percaya bahwa saya mampu dan bisa, karena bagi dia saya merupakan orang yang bertanggung jawab dan bisa menjadi seorang pemimpin. Meski saya belum meyakini diri saya mampu.
Setelah saya mendapatkan amanat tersebut, muncul rasa percaya diri dan tanggung jawab yang besar. Saya tidak menyerah, meski banyak orang tak yakin saya bisa menjualkan kupon bazzar minimal 500 kupon dengan keuntungan kurang lebih 4 juta. Namun itu menjadi motivasi saya untuk memecahkan masalah ini. Lalu saya memiliki strategi bersama panitia inti saya. Strategi saya adalah berusaha dan kompak dalam menjualkan kupon. Saya kerahkan anggota saya untuk wajib andil dalam masalah ini. Dan bagi saya tidak ada waktu selama sebulan itu yang disia-siakan. Berbagai cara dan masukan-masukan dari seluruh anggota kepanitian dan kerja keras bersama kami lakukan.
Pada saat 10 hari sebelum deadline data penjualan kupon ternyata melenceng dari target, masih 250 kupon lebih yang sudah terjual. Sempat saya putus asa dan menyerah. Ketika itu kak Swas (Manik Swastika) bertanya kepada saya tentang perkembangan bazzar, saya menceritakan hasil yang baru saya dapatkan dan semua strategi saya. Saat itu saya tidak menceritakan keputusasaan saya atau bisa dibilang saya tidak mengeluh. Karena itu bukan sifat saya yang suka mengeluh. Tiba-tiba saya kaget, dia tidak memarahi saya, namun dia menyindir saya secara tidak langsung dengan cerita yang dia berikan kepada saya. Pertama saya sempat jengkel, karena saya paling tidak suka disindir, kalau memang marah bicara langsung saja kepada saya. Namun terdapat sebuah kata-kata saat itu yang membuat saya benar-benar termotivasi bahwa sindiran yang dia berikan itu salah. Itu yang saya suka dari kak Swas, dia memberikan sindiran namun ada kata-kata disindiran tersebut yang memotivasi.
Besoknya saya merapatkan panitia inti saya, membicarakan masalah tersebut. Saya memiliki penyeleseian yang sudah saya pikirkan kemarinnya. Karena saya meniru sifat kak Swas yang selalu mencerna masalah yang dimiliki. Sebelum tidur memikirkan masalah tersebut, menimbang baik buruknya dan memikirkan penyelesaian dari masalah tersebut, serta dampak positif maupun negative dari hasil penyeleseian tersebut. Ternyata penyeleseian yang saya tawarkan diterima oleh panitia inti saya, dan mereka juga menambahkan sedikit saran-saran dan menyimpulkan hasil keputusan yang menurut saya bisa menyelesaikan masalah saya ini. Tak lupa saya berdoa terhadap Tuhan, saya minta petunjuk kepada Beliau, agar kepanitian kami bisa mencapai target yang sudah kita rencanakan, tentu menginginkan hasil yang terbaik.
Waktu pun cepat berlalu, tepat 2 hari sebelum deadline saya mengecek hasil penjualan. Benar-benar puji Tuhan, kupon saya ternyata sudah terjual 700 kupon lebih, saya seketika itu menangis terharu dengan hasil yang saya dapatkan. Lega, bahagia, dan terharu bercampur aduk pada saat itu.
Setelah penjualan kupon selesei, hasil akhir yang kepanitian saya dapatkan adalah 720 kupon lebih yang sudah terjual, dengan keuntungan 5 juta lebih saat itu. Lalu kak Swas mengetahui hasil tersebut, dia memuji saya singkat, bahwa saya memang benar-benar mampu.
Setelah kegiatan tersebut, saya menjadi semakin dekat dengan kak Swas, dia benar-benar sudah saya anggap menjadi kakak saya. Banyak hal lagi yang dia berikan kepada saya, dia mengajarkan hidup dan organisasi kepada saya. Banyak sekali nasehat-nasehat dia yang saya jadikan panutan. Bagaimana caranya kita lebih dewasa dan bijaksana dalam memahami hidup. Dia mengajarkan kepada saya bahwa tidak ada kata putus asa dalam hidup ini, dan menjadi seorang pemimpin itu harus bisa memahami karakter anak buahnya, karena tanpa mereka seorang pemimpin itu tak berarti apa-apa. Serta jadilah orang yang cerdas, yang mampu mengaplikasikan teori yang dia miliki. TALK LESS DO MORE. Dan selalu kak Swas mengajarkan kepada saya agar menghargai serta menghormati ibu kita, karena doa ibu itu sangat mujarab dan surga itu benar-benar di telapak kaki ibu.

Cerita Inspirasi, Saya adalah Gadis yang Selalu Berpikir Positif

Nama : Ayu Setiti Swastikawati
NIM : C34100007
Laskar : 25

Cerita Inspirasi, Saya adalah Gadis yang Selalu Berpikir Positif

Saya adalah seorang gadis yang beranjak dewasa yang mulai mengenal hidup itu seperti apa. Iya yang saya tahu hidup itu memang panggung sandiwara. Maka saya memiliki keyakinan bahwa setiap insan manusia memiliki alur cerita masing-masing yang sudah direncanakan Tuhan.
Dalam hidup saya, posthink (positive thinking) itu perlu, malah sangat perlu. Karena segala sesuatu yang terjadi di hidup kita juga dipengaruhi oleh sugesti pikiran kita. Jika kita selalu berfikir positif maka segala masalah yang kita lalui bisa kita selesaikan dengan mudah. Dan saya bukan tipekal orang yang mudah menyerah, karena bagi saya hidup itu segalanya adalah berusaha dan berdoa, nothing is impossible! Dan saya tidak pernah takut dengan apapun, kecuali dengan Tuhan dan kedua orangtua saya, karena selama kita benar kita harus berani mempertahankan kebenaran itu.
Saya berasal dari Kediri Jawa Timur dan saya sudah merantau sejak SMA, di Denpasar Bali. Sebenarnya merantau tersebut adalah keinginan bapak saya. Pertama saya tidak ikhlas menerima keputusan bapak tersebut, namun karena saya juga memiliki jiwa petualang, maka bagi saya jauh dari orang tua adalah tantangan bagi saya. Awalnya saya homesick, namun lama kelamaan tidak, karena saya mudah beradaptasi dengan keadaan, saya bersyukur memiliki sifat supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Saat di Denpasar saya tinggal di rumah kerabat dari bapak, namun saya tidak betah dan agak canggung. Lalu saya memutuskan untuk kos. Di kos itulah saya mulai mengenal hidup yang mandiri, dan semua saya lakukan serba sendiri. Banyak cobaan yang saya hadapi, namun saya tidak pernah menyerah, saya selalu berdoa bahwa apapun yang diberikan Tuhan adalah yang terbaik dan segala masalah itu pasti ada penyelesaiannya. Posthink, posthink dan posthink. Itu kunci saya. Mengalami kehilangan dompet sudah pernah saya alami. Itu merupakan cobaan yang benar-benar berat bagi saya yang hidup sendiri di negeri orang. Didalamnya ada ATM, STNK dan sejumlah uang yang lumayan banyak. Mungkin hanya menangis dan pasrah. Saya menghubungi orang tua saya, dan mereka cepat mengurus ATM saya, karena saat itu saya benar-benar nol rupiah di tangan saya. Untung saya memiliki sahabat yang baik-baik. Mereka memberikan pinjaman uang kepada saya. Dari situ tidak hanya itu cobaan yang datang. Handphone saya juga hilang, sampai saya mengalami kecelakaan maupun pernah menyerempet orang. Mungkin memang karena saya yang ceroboh namun semua itu tidak membuat saya putus asa dan mengeluh, saya berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri, mungkin sahabat-sahabat saya membantu namun saya sungkan merepotkan mereka. Dari segala cobaan itu banyak sekali hikmah yang saya dapat. Dan saya selalu yakin cobaan yang banyak itu saja pasti memiliki jalan keluar, maka saya semakin yakin sekarang pun saya mengalami cobaan saya tidak pernah mengeluh, saya hadapi dengan senyum dan pasrah tentu dengan selalu berdoa. Bahwa segala cobaan hidup maupun bahagianya hidup segalanya adalah anugerah Yang Kuasa. Dan semua pasti akan berakhir bahagia pada akhirnya.

pelatihan TI

di cyber student center